Koding sangat memegang peranan penting dan vital dalam menentukan nilai klaim yang akan diterima oleh rumah sakit,sehingga rumah sakit wajib memperhatikan aspek ini dengan seksama dan serius.
Proses penerjemahan diagnosis dan tindakan menjadi kode kode memerlukan pengetahuan dan proses yang benar supaya tidak terjadi miscoding. Kelengkapa dokumentasi medis juga sangat menunjang proses kodifikasi penyakit ini karena proses kodifikasi memerlukan data dukung yang baik untuk dapat menentukan kode yang tepat sesuai dengan regulasi koding. Sering kali koder mungkin secara tidak sengaja melakukan kodifikasi yang kurang tepat sesuai regulasi karena pengetahuan koding yang belum baik atau juga bisa juga disengaja demi mendapat hasil klaim yang maksimal.
Rumah sakit yang memahami penting nya koding ini seharusnya sudah wajib melakukan proses review koding (audit koding) baik secara internal yang dilakukan oleh tim internal rumah sakit maupun dengan menggunakan auditor external yang profesional. ada kekurangan dan kelebihan mengenai penggunaan auditor internal dan eksternal. Proses audit ini perlu memotret segala aspek diantara nya aspek Sumber Daya Manusia (SDM), Beban Kerja, Akurasi koding, Pelatihan,dan pengetahuan mengenai regulasi terbaru yang terkait dengan klaim. Sehingga sebelum melakukan audit secara internal rumah sakit wajib membuat instrument audit yang dapat disusun sesuai dengan kebutuhan rumah sakit da tujuan dan cakupan audit. berikut adalah contoh tools instrumen audit koding sebagai contoh